Trooper credited with possibly saving man’s life after crash in Cass County Indiana

first_img WhatsApp Trooper credited with possibly saving man’s life after crash in Cass County Indiana (Jon Zimney/95.3 MNC) An Indiana State Police Trooper is credited with saving the life of a man whose leg was severed in a crash in Cass County, Indiana.The collision happened around 6:50 a.m. on Saturday on Cass County Road 825 West near Cass County Road 250 North.A 19-year-old Burnettsville man was driving a 2000 Chevrolet Monte Carlo southbound on County Road 825 West near County Road 250 North when the Chevy traveled off the road, into a wooded area, and hit several trees, according to the preliminary investigation.The driver was extricated from the vehicle by firefighters and airlifted to a Fort Wayne hospital with possible broken bones and internal injuries.A 21-year-old man from Royal Center who was riding in the car was ejected.His left leg was severed below the knee. Indiana State Police Trooper Chris Miller applied a tourniquet to the leg to stop blood loss from the injury and possibly saved the man’s life.The passenger was also airlifted to a Fort Wayne hospital.The injured men had been at a campfire prior to the crash. When they did not return to the campfire as expected, a group of friends went looking for them. The friends found the crashed vehicle and injured men and called 911.Neither the driver or the passenger were wearing seat belts, according to police. Pinterest Facebook Twitter Facebook WhatsApp Pinterest By Jon Zimney – September 22, 2019 0 285 Google+ Google+ Twitter IndianaNews Previous articleNo. 3 Georgia holds off No. 7 Notre DameNext articleGoshen man, 19, arrested on DUI-related charges after crash into deer Jon ZimneyJon Zimney is the News and Programming Director for News/Talk 95.3 Michiana’s News Channel and host of the Fries With That podcast. Follow him on Twitter @jzimney.last_img read more

Brandon Jones signs with GMS Racing for 2015

first_imgThe 17-year-old will run 16 races in the Truck SeriesGMS Racing announced Monday that it has signed 17-year-old Brandon Jones as the driver of its No. 33 Chevrolet for 16 races this season in the NASCAR Camping World Truck Series. FULL SERIES COVERAGE• Latest news • Standings • ScheduleJones — who drove for the Statesville, North Carolina-based team in two truck series races last season — joins Spencer Gallagher in the GMS driver lineup. The Atlanta native is also scheduled for part-time duty in the NASCAR XFINITY Series this year for Richard Childress Racing.”I’m happy to be back with GMS Racing for the 2015 NASCAR Camping World Truck Series season,” Jones said in a release provided by the team. “We ran well in my two previous starts with the team, and GMS Racing had strong runs throughout the 2014 season. Having the opportunity to run with GMS Racing is an awesome opportunity. I cannot wait to continue my development with the team.”Jones will partner with veteran crew chief Shane Huffman, who guided all five of the teenager’s truck series starts last year — three with Turner Scott Motorsports and two with GMS. Jones’ best finish in eight career Camping World Truck Series starts was a fourth place at Dover International Speedway last May.Jones finished fourth in the developmental NASCAR K&N Pro Series East last season, claiming an impressive victory in August in a combined race for the East and West circuits at Iowa Speedway. Jones also has two wins in three career starts in the ARCA stock car series.last_img read more

Roadside Art: ‘Play Space’ Near NASA Headquarters

first_imgPlay SPACE: Just outside of NASA Headquarters near Houston, Texas, the McDonald’s has a spaceman on the roof peering down on patrons as they enter the building. This McDonald’s gives a new meaning to play space in the restaurant. Photo by Gary Warren/ladailypost.comlast_img

Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

first_img“Seluruh prosesnya sangat membosankan. Ini memperlambat perjalanan saya,” ujar seorang penumpang yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (12/11/2018).Dalam uji coba ini memakan waktu sepuluh menit dengan rata-rata empat orang melalui pemindai di Stasiun Little India. Kepada penumpang yang dipilih petugas, mereka akan diberi isyarat untuk meletakkan barang di pemindai dan melalui detektor logam. Bahkan, pada hari pertama tidak ada antrean saat petugas melakukan pemindaian pada penumpang.Beberapa penumpang yang kecewa mengatakan, pemilihan uji coba tersebut sangat acak dan lebih memilih pada penumpang yang membawa tas atau barang lainnya. Seorang penumpang justru prihatin dengan hal pemeriksaan keamanan tersebut.“Untuk penumpang di pagi hari ini akan sedikit sulit jika petugas menyaring semua orang,” ujar seorang penumpang perempuan.Meski begitu beberapa penumpang lain menerima adanya pemeriksaan tersebut seperti salah satunya Subramaniam Balasubramaniam.“Kami merasa lebih aman dengan pemeriksaan acak ini. Ini tugas kami, karena orang-orang yang tinggal di negara ini mendukung (langkah-langkah seperti ini),” ujar Subramaniam.Wakil direktur divisi kemanan transportasi umum LTA Joseph Goh meyakinkan penumpang, mereka tidak akan terjebak dalam antrean panjang selama uji coba. Sebab petugas memilih penumpang secara acak dan memeriksanya satu persatu sehingga bisa dipastikan tidak ada kemacetan.“Ini mirip dengan bagaimana pemeriksaan tas saat ini sedang dilakukan. Karena pemeriksaan ini acak, itu tidak akan menyebabkan keterlambatan bagi sebagian besar komuter. Kami tahu dari insiden di tempat lain bahwa sistem transportasi umum sangat rentan, mungkin karena banyaknya orang yang lewat. Oleh karena itu kami belajar dari ini dan berencana untuk menerapkan peningkatan pemeriksaan keamanan di stasiun MRT,” kata Goh.Uji coba penyaringan keamanan LTA, yang akan berjalan selama enam bulan, akan dilakukan di berbagai stasiun MRT di seluruh Singapura. LTA menegaskan bahwa penumpang yang melakukan perjalanan melalui stasiun MRT Little India, Bedok, Ang Mo Kio, Bukit Panjang dan Yishun dapat dipilih untuk menjalani penyaringan, tetapi lokasi dan waktu pemeriksaan dapat berubah di hari-hari berikutnya.Sebagai tanggapan terhadap bagaimana petugas secara acak memilih komuter untuk disaring, Goh mengatakan bahwa mereka telah menjalani pelatihan untuk mencari komuter yang membawa barang-barang besar.“Para petugas dilatih untuk melakukan penilaian mereka sendiri untuk memilih penumpang untuk diperiksa … tidak ada rumus baku siapa yang kami pilih,” kata Goh.Baca juga: Loncati Pintu Pembatas Platform di Jalur MRT Singapura, Pria 30 Tahun Diamankan PolisiDia menambahkan bahwa LTA akan menggunakan data yang dikumpulkan dari persidangan, seperti waktu yang diambil untuk seorang individu untuk disaring, untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses.“Kami mencari pemahaman dan dukungan komuter saat kami berupaya menjaga sistem transportasi publik kami aman,” tambahnya.Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedFase Uji Coba, Komuter SMRT Akan Lewati Skrining Keamanan di Beberapa Stasiun22/11/2018In “Darat”Stasiun di Jepang Akan Uji Coba Alat Deteksi Benda Berbahaya24/01/2019In “Darat”Jelang Operasional Penuh, MRT Jakarta Perkenalkan ‘Kartu Jelajah’ untuk Transaksi06/02/2019In “Darat” Ilustrasi skrining keamanan. Sumber: Channel News Asia Alat pemindai tas dan pendeteksi logam mulai terpasang di beberapa stasiun MRT Singapura dan diuji coba pada Senin (12/11/2018) kemarin. Percobaan ini pertama dilakukan di stasiun MRT Little India sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Beberapa penumpang yang terpilih kemudian meletakkan tas atau barang bawaan mereka ke alat pemindai dan melewati pendeteksi logam.Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-RayAdanya pemeriksaan keamanan seperti di bandara ini ternyata membuat beberapa penumpang mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Bahkan ada yang mengatakan ini bila dilakukan di bandara tidak apa dan bahkan pemindai keamanan tersebut tidak dapat diterima.last_img read more